ASSALAMU'ALAIKUM, SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA "CERITAHARBYSEMUA" SEMOGA BERMANFAAT YAH! INSYA ALLAH! FOLLOW DULU YUK @Harby_RF dan @Critaharbysemua | SALAM SEMANGAT UNTUK PARA PEMBACA & PEMUDA-PEMUDI ISLAMI

Sabtu, 29 September 2012

“PERJUANGAN UNTUK SEKOLAH”


Karya: Harby Refsi Firdaus

          Di sebuah perdesaan tinggalah seorang anak yang bernama Muklis. Dia seorang anak dari keluarga yang kurang mampu, orang tuanya bekerja sebagai buruh tani. Dia sehari-hari bekerja sebagai pengembala sapi untuk mencukupi kebutuhan keluarga nya sehari-hari


          Setiap hari ia selalu melihat teman-temannya pergi untuk berangkat  ke sekolah. Dalam hatinya ia selalu menginginkan untuk pergi bersekolah bersama-sama dengan teman-temannya tetapi kondisi pun tidak memmungkinkan untuk bersekolah.

          Setiap waktu ia selalu mengeluh kepada orangtua nya “Mengapa aku tidak bisa untuk bersekolah?”. Orang tua nya pun hanya mampu berkata “Nak, maafkan ayah dan ibumu ini yang tidak bisa menyekolahkanmu. Suatu saat nanti kamu pasti akan bersekolah”. Hatinya pun terus berkata “Kapan, Kapan, Kapan?”

          Suatu saat ada perlombaan Cerdas Cermat dipedesaannya. Dengan niat yang tulus ia pun bergegas untuk mendaftarkan dirinya ke perlombaan itu. Keeskoan harinya perlomban itu pun dimulai, tepat pada jam tujuh pagi ia datang ke perlombaan itu, padahal perlombaan itu dimulai jam delapan pagi. Begitu semangat nya ia mengikuti perlombaan itu. Perlombaan pun dimulai, ia mengikuti perlombaan dengan penuh semangat. Tak terasa perlombaan itu telah selesai. Dan saatnya waktu yang ditunggu-tunggu  pun tiba, yaitu pengumuman siapa yang menjadi pemenangnya. Dan ternyata yang menjadi pemenangnya adalah si Muklis itu! Hati Muklis pun snagat gembira, ditambah lagi setelah ia mengetahui hadiah yang didapatnya. Dan ternyata hadiah nya adalah “BEASISWA SEKOLAH”. Dengan beasiswa itu ia bisa masuk ke SMP Negeri favorit didesanya. Hatinya sangat gembira dengan sedikit terharu karena ia bisa bersekolah seperti teman-temannya yang lain.

          Muklis pun bergegas untuk pulang kerumah. Tak sabar ia ingin memberitahukan kepada orangtuanya bahwa ia sekarang bisa bersekolah seperti yang ia inginkan. Setelah sesampainya dirumah, ia pun langsung memberitahu orang tuanya. Orang tuanya pun sangat gembira karena tahu kalau anaknya bisa bersekolah. Orangtuanya pun sampai menestakan airmata karena begitu terharunya. Perasaan orang tuanya pun campur aduk, antara bahagia dan terharu. Begitu juga dengan perasan hati Muklis saat itu.
           
            Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tepatnya pada hari Senin, Muklis pun bergegas untuk berangkat sekolah. Dengan sedikit terburu-buru karena takut terlambat, dia pun tidak sarapan pagi terlebih dahulu. Begitu semangatnya ia ingin bersekolah. Ia datang setengah jam sebelum bel masuk berbunyi. Begitu bel berbunyi, Muklis pun masuk kedalam kelas nya. Tepatnya pada kelas IX C (Sembilan C). ia duduk dikursi paling depan. Ia pun sangat memperhatikan setiap guru yang mengajar. Tak terasa, bel pulang pun berbunyi. Muklis pun segera pulang menuju rumahnya.

          Sesampainya dirumah, ia pun langsung belajar dan mengulas atau mengulang materi yang telah disampaikan oleh guru nya disekolah tadi, dan ia mengerjakan tugas yang diberikan.keesokan harinya ia berangkat kesekolah dengan temannya. Sesampainnya disekolah bel masuk pun berbunyi. Ia mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.

          Tak terasa Ulangan semsester pun tiba. Ia belajar dengan sungguh-sungguh. Ia mengikuti Ulangan dengan penuh semangat dan bekerja keras. Seminggu berlalu ulangan pun telah usai. Kini, saatnya pembagiaan raport pu ntiba. Dan tak diduga si Muklis pun mendapatkan Juara 1 dikelasnya. Perasaan Muklis pun sangat bahagia begitu juga dengan orangtunya.

          Muklis pun mengingat perkataan orang tua nya yang lalu, yaitu “Nak, maafkanlah ayah dan ibumu ini yang tidak bias menyekolahkanmu, suatu saat nanti kamu pasti akan bersekolah”. Muklis pun sangat berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena perkataan orang tuanya pun bias terwujud.

-SEKIAN-
(Maaf jika masih ada kekurangan)




(Cerita ini saya tulis karena kondisi Pendidikan di Indonesia ini sangat memperhatinkan! Banyak diluar sana yang tidak mampu sekolah hanya karna keterbatasan biaya! Saya sangat ingin agar Seluruh anak di Indonesia bias mendapatkan pendidikan yang baik!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar